Tak kalah indahnya dengan Air Terjun Merasap atau Riam Pangar yang
sama-sama berada di wilayah Kecamatan Sanggau Ledo. Air Terjun Riam
Jugan ini memiliki ketinggian sekitar 10 meter dengan lebar sekitar 8
hingga 10 meter. Yang sangat menarik adalah debit airnya benar-benar
sangat besar seperti pada Air Terjun Riam Pangar. Namun ketika musim
kemarau datang seorang air terjunnya membelah menjadi dua dengan
dibagian tengah bebatuan yang bisa didaki oleh para wisatawan. Tempat
wisata di Kalimantan Barat ini juga menjadi destinasi favorit wisatawan
lokal karena kolamnya yang begitu luas dan airnya yang jernih menjadi
buruan setiap wisatawan, sudah pasti nyebur bakal menjadi hal yang
wajib. Lokasinya sendiri tidak begitu jauh dari desa terdekat yakni
berada di Desa Lembang yang hanya beberapa menit saja berjalan kaki.
Dapatkan link
Facebook
X
Pinterest
Email
Aplikasi Lainnya
Komentar
Postingan populer dari blog ini
RUMAH ADAT Rumah adat kalimantan tengah dinamakan rumah bentang,bentuk rumahnya panjang di bawah kolongnya di gunakan untuk pertenunan dan menumbuk padi. Rumah terdiri 6 kamar antara lain untuk penyimpana,alat perang,kamar untuk pendidikan anak gadis,tempat sesajian,tempat uapacara adat dan agama,tempat penginapan dan ruang tamu,pada kiri ujung atap dihiasi tombak sebagai penolak mara bahaya.
Air Terjun Mananggar Air Terjun Mananggar yang sering juga disebut Air Terjun Melanggar, Menanggar, atau Banangar merupakan Niagara dari Borneo. Air terjun yang berupa patahan Sungai Landak ini berada di Hulu Sungai Landak. Tepatnya di Kecamatan Air Besar, Kabupaten Landak. Untuk menuju Air Terjun Mananggar ini dibutuhkan waktu enam hingga tujuh jam perjalanan dari Pontianak hingga ke Kecamatan Air Besar, lalu dari sana perjalanan dilanjutkan menggunakan perahu. Tapi jangan syedih, perjalanan panjang dan melelahkan Boboers akan terbayar lunas dengan kepuasan melihat keindahan ribuan tetes air yang jatuh dari ketinggian sekitar 600 meter, dan bersatu kedalam sebuah danau luas ditengah hutan tropis.
Ikan Jelawat Bakar Kalimantan dianugerahi kekayaan alam dan sungai yang melimpah oleh Yang Maha Kuasa. Oleh karena itu jangan heran jika kebanyakan makanan khas Kalimantan Tengah menggunakan bahan dasar yang diambil dari hasil sungai maupun alamnya, seperti ikan jelawat bakar salah satunya. Ikan jelawat adalah ikan yang panjangnya mencapai 25 sentimeter yang bebas berenang di sungai hampir sepanjang tanah Borneo. Ikan jelawat digunakan oleh penduduk untuk diolah menjadi masakan laut yang menggoyang lidah. Sebelum dibakar, ikan terlebih dahulu dibumbui dengan bawang putih, serai, dan jahe yang mana bumbu tersebut juga dipakai untuk membuat kuahnya. Daging ikan jelawat yang putih dan lembut berpadu dengan segarnya kuah yang berwarna cokelat kehitaman, memberikan pengalaman baru untuk lidah hanya lewat satu suapan pertama.
Komentar
Posting Komentar